×

Teks-teks Diplomatik Klasik


Di bawah ini, Anda akan menemukan beberapa teks yang sering dikategorikan sebagai teks diplomasi klasik. Teks-teks ini dapat membantu Anda memahami literatur dan bahasa diplomasi dengan lebih baik. Berikut adalah daftar teks yang disebutkan: 1. "The Prince" oleh Niccolò Machiavelli: Buku ini ditulis pada abad ke-16 oleh penulis Italia Niccolò Machiavelli. "The Prince" membahas berbagai aspek pemerintahan dan strategi politik, dan sering kali dianggap sebagai karya penting dalam tradisi diplomasi. 2. "Ricordi" oleh Francesco Guicciardini: Francesco Guicciardini, seorang diplomat dan sejarawan Italia abad ke-16, menulis "Ricordi" sebagai catatan pengalamannya dalam diplomasi. Buku ini memberikan wawasan tentang praktik diplomatik pada masa itu. Selain dua teks di atas, ada juga tiga sumber lain yang bisa menjadi referensi yang bermakna untuk mempelajari diplomasi: 3. "Negosiator Praktis" oleh Zartman dan Berman: Buku ini ditulis oleh I. William Zartman dan Maureen Berman dan membahas strategi dan taktik negosiasi praktis dalam konteks diplomasi. Buku ini dapat memberikan pemahaman yang berguna tentang proses negosiasi dalam diplomasi. 4. "Benjamin Franklin dan Tradisi Diplomasi Amerika" oleh Sicherman: Buku ini mengulas peran Benjamin Franklin dalam diplomasi Amerika pada masa revolusi Amerika. Ini menyajikan pandangan tentang tradisi diplomasi Amerika dan kontribusi penting Franklin dalam hal itu. 5. "Diplomasi yang Luhur: Bizantium, Modern Awal, Kontemporer" oleh Neuman: Buku ini ditulis oleh Iver B. Neuman dan membahas sejarah diplomasi dari Bizantium hingga era modern awal dan kontemporer. Ini memberikan pandangan luas tentang perkembangan diplomasi sepanjang sejarah. Anda tidak diharuskan membaca semua teks ini untuk menyelesaikan kursus ini, tetapi membaca beberapa atau semua dari mereka dapat membantu Anda dalam memperdalam pemahaman tentang diplomasi dan bahasa yang terkait dengannya.



Petunjuk


Tujuan: Untuk mendiskusikan hakikat diplomasi dalam berbagai bentuknya.


Tugas: Buatlah definisi singkat (tidak lebih dari 100 kata) mengenai apa yang Anda anggap sebagai "diplomasi" setelah menonton video E-tivity one dan membaca bacaan terlampir, kemudian kirimkan ke alat penilaian rekan sejawat.


Berikan tanggapan: Tinjaulah setidaknya dua pekerjaan siswa lain menggunakan alat "Tinjau Teman Sekelas". Berikan umpan balik setidaknya 50 kata.


Hasil: Anda telah menonton beberapa pandangan ahli mengenai diplomasi, mendiskusikan dan mempertimbangkan makna diplomasi.


Diplomasi: Membangun Hubungan dan Memediasi Konflik Antar Negara Diplomasi merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam konteks hubungan internasional dan kebijakan luar negeri. Namun, apa sebenarnya diplomasi itu? Apakah hanya tentang pelaksanaan kebijakan luar negeri dan pengelolaan urusan internasional seperti yang diajarkan dalam buku teks? Sebenarnya, diplomasi memiliki banyak aspek yang sering terlupakan. Banyak dari aktivitas diplomasi sehari-hari yang sebenarnya cukup membosankan, seperti mengurus berkas, menulis laporan, atau menghadiri acara yang mungkin tidak terlalu menarik. Diplomasi memiliki beragam tingkatan, mulai dari konferensi perdamaian tingkat tinggi hingga aktivitas diplomatik yang kurang menarik di tingkat yang lebih rendah. Jadi, dapat dikatakan bahwa diplomasi adalah suatu keseimbangan antara kedua sisi tersebut. Dalam definisi yang lebih luas, diplomasi melibatkan interaksi antara orang-orang atau entitas yang mewakili suatu kategori atau kesatuan yang lebih besar. Tujuan diplomasi adalah untuk menciptakan hubungan yang bersahabat antara negara-negara. Meskipun terdengar sederhana, mencapai tujuan ini jauh lebih sulit daripada hanya menyatakannya. Dalam beberapa dekade terakhir, konsep diplomasi juga telah berkembang. Dulu, diplomasi lebih sering dihubungkan dengan politik tinggi, melibatkan negarawan dan pembuat keputusan dalam analisis kebijakan luar negeri. Namun, sekarang ada pemahaman yang lebih luas tentang diplomasi sebagai proses interaktif. Selain interaksi antara negarawan dan diplomat dalam politik tinggi, perhatian juga diberikan pada interaksi antara diplomat dan masyarakat umum. Bagaimana respons masyarakat terhadap diplomasi juga dapat mempengaruhi proses diplomatik secara keseluruhan. Dalam pandangan sejarah, diplomasi dapat dilihat sebagai hubungan yang dimediasi atau dinegosiasikan antara perwakilan negara-negara. Namun, penting untuk tidak terpaku pada perwakilan negara semata. Diplomasi juga bisa melibatkan perwakilan politik komunitas lain, seperti kota atau wilayah tertentu. Sebagai contoh, diplomasi Quebec adalah diplomasi kota atau wilayah tersebut. Secara umum, diplomasi bukanlah sesuatu yang hanya ada dalam dunia diplomatik. Keterampilan diplomasi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita menghadapi pertemuan, menjalin hubungan pribadi, atau mengelola berbagai aspek kehidupan kita, seringkali kita menggunakan keterampilan yang sama yang digunakan oleh seorang diplomat. Dalam kesimpulannya, diplomasi melibatkan pembangunan hubungan dan mediasi konflik antara negara-negara. Ini melibatkan interaksi yang kompleks antara perwakilan politik dan masyarakat umum. Meskipun sering kali terlihat sebagai sesuatu yang terbatas pada dunia diplomatik, diplomasi sebenarnya merupakan keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan memahami diplomasi, kita dapat lebih memahami dinamika hubungan internasional dan pentingnya menjaga hubungan yang bersahabat antar negara.


1. Kissinger, Henry. "Diplomacy." Simon and Schuster, 1995. Buku ini ditulis oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger. Dalam buku ini, Kissinger menjelaskan pentingnya diplomasi dalam hubungan internasional dan membagikan pengalamannya dalam melakukan diplomasi di tingkat tertinggi. 2. Berridge, Geoff. "Diplomacy: Theory and Practice." Palgrave Macmillan, 2015. Buku ini memberikan gambaran menyeluruh tentang teori dan praktik diplomasi. Geoff Berridge menggambarkan berbagai aspek diplomasi, mulai dari diplomasi bilateral hingga multilateral, serta peran diplomat dalam menjalankan tugas-tugasnya. 3. Nye, Joseph S. "The Future of Power." PublicAffairs, 2011. Joseph Nye, seorang ahli hubungan internasional terkemuka, membahas perubahan dalam kekuatan dan peran diplomasi dalam dunia yang terus berubah. Buku ini menggambarkan bagaimana kekuatan keras dan kekuatan lembut saling melengkapi dalam diplomasi modern. 4. Cooper, Andrew F., et al. "Diplomacy in a Globalizing World: Theories and Practices." Oxford University Press, 2012. Buku ini menyajikan berbagai teori dan praktik diplomasi dalam konteks globalisasi. Para penulis menjelaskan bagaimana diplomasi beradaptasi dengan perubahan dunia yang semakin terhubung dan kompleks. 5. Sharp, Paul. "The Diplomatic Corps as an Institution of International Society." Cambridge University Press, 2020. Buku ini mengkaji peran dan fungsi korps diplomatik sebagai institusi dalam masyarakat internasional. Paul Sharp menyoroti pentingnya diplomat sebagai perwakilan negara dalam menjalankan diplomasi.


Hans Morgenthau, "Diplomasi" Morgenthau, Hans, Diplomacy, The Yale Law Journal, No.55 Vol.5 Agustus 1946, hal.1067-1080. Silakan akses artikelnya di link paling bawah . Jika Anda mengalami masalah saat masuk, silakan gunakan login di bawah: Nama pengguna: globaldiplomacy Kata sandi: coursera


Link belajar :

Klik di sini untuk belajar



  • Client
    Amb. Al Busyra Basnur
  • Budget
    Promotion Free
  • Duration
    13 Jam