Trending News

Pemerintah Tambah 20 Ribu Kuota Bantuan Subsidi Perumahan Tahun 2023

Pemerintah Tambah 20 Ribu Kuota Bantuan Subsidi Perumahan Tahun 2023

Sumber: pu.go.id

Jakarta, Dutanusa.com.  Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran 2023 menambah jumlah kuota penerima bantuan pembiayaan perumahan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jumlah kuota pada tahun 2023 mencapai 220 ribu unit, atau meningkat 20 ribu dari kuota tahun 2022 sebanyak 200 ribu unit. Penambahan kuota penerima bantuan subsidi perumahan FLPP juga akan diikuti dengan penambahan anggaran tahun 2022 sebesar Rp23 triliun menjadi Rp25,18 triliun.

“Program FLPP tahun 2023 akan disertai dengan program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan jumlah sama 220.000 unit sebesar Rp0,89 triliun dan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit senilai Rp3,46 triliun,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Selasa (9/6/2022).

Pada tahun 2023 juga akan disalurkan program bantuan subsidi Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) senilai Rp4,64 triliun dari dana masyarakat untuk 54.924 unit. Sehingga total target sebanyak bantuan subsidi perumahan tahun 2023 274.924 unit senilai Rp34,17 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp29,53 triliun dan dana masyarakat Rp4,64 triliun.

Tekait realisasi bantuan pembiayaan perumahan di tahun 2022, Herry mengungkapkan hingga 31 Agustus 2022 program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) FLPP sudah mencapai 132.288 unit atau sebesar 66,14 persen dari target 200 ribu unit. Penyerapan anggaran mencapai 63,91 persen atau sebesar Rp14,6 triliun dari Rp23 triliun. Sedangkan untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) terealisasi sebanyak 5.042 unit atau sebesar 69,23 persen dari target 7.283 unit. Anggaran yang terserap mencapai Rp196,5 miliar atau 67,44 persen dari Rp291,4 miliar.

“Untuk BP2BT, bank pelaksana masih fokus menerbitkan subsidi KPR dengan skema FLPP dibandingkan dengan skema BP2BT,” kata Herry.

Fasilitas dan bantuan bantuan diharapkan pembiayaan perumahan Kementerian PUPR dapat meningkatkan akses dan keterjangkauan, khususnya bagi masyarakat rendah (MBR) untuk pembiayaan perumahan yang layak huni. Selain itu juga upaya mengatasi kekurangan perumahan ( backlog ), di mana pada tahun 2021 mencapai sebesar 12,7 juta dengan pertumbuhan penduduk setiap tahun 640 ribu. (HUMAS KEMENTERIAN PUPR)


Buka laman resmi Kementerian PUPR melalui tautan ini.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team