Trending News

Poros Jakarta-Den Haag untuk Solusi Banjir Kawasan Metropolitan Jakarta


Laporan : Ine WowoRuntu.
Dutanusa.com (Belanda)

Table-Top Discussion dengan temaKolaborasi dalam Penataan Ruang yang Adaptif dan Inklusif untuk Pengelolaan Banjir di Kawasan Metropolitan Jakarta” yang diselenggarakan pada tanggal 30 Nopember 2021 yang lalu merupakan tindak lanjut dari Policy Brief “Dealing with Greater Jakarta Floods in Times of Climate Change” yang telah diluncurkan pada tanggal 10 September 2021 di Belanda. Adapun Policy Brief dimaksud merupakan kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) antara akademisi, praktisi dan mahasiswa dari Indonesia dan Belanda pada Pebruari 2020 lalu. FGD diinisiasi TYK research & action consulting dan Liveable Cities IDN-NL.

“Rintik hujan tak pernah bertanggung jawab atas banjir karena banjir bahwasanya adalah tanggung jawab kita Bersama,ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas. Beliau juga menggaris bawahi pentingnya kerja sama dalam penanganan banjir lintas sektor bahkan lintas negara.

Sementara Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, dalam presentasinya yang bertajuk, “Realizing an Adaptive Spatial Policy: Flood Management in Jakarta“, membagikan berbagai inovasi dan teknologi terkait pengelolaan tata air di Belanda, sehingga memungkinkan pengendalian dan pengelolaan banjir dengan baik, meskipun secara geografis negara Belanda berada 6 meter di bawah permukaan laut pada titik terendahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, H. Marullah Matali, menegaskan, “Pengendalian banjir di ibukota memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan koheren, sehingga membutuhkan pembagian peran dan dukungan dari Pemerintah Pusat dan segenap Pemerintah Daerah di daerah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur, yang merupakan daerah penyangga Jakarta.“

Diskusi yang membahas beberapa tema turunan, antara lain: Mewujudkan Kebijakan Penataan Ruang yang Adaptif untuk Pengelolaan Risiko Banjir di Jabodetabek-Punjur;  Penanganan Banjir Kawasan Jakarta yang Inklusif dari Sudut Pandang Sosial, Lingkungan dan Ekonomi; dan Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Integrasi Manajemen Risiko Banjir dan Penataan Ruang di Kawasan Metropolitan Jakarta, dihadiri oleh hampir 200 orang peserta yang terdiri atas para pakar tata air, pembangunan, dan lingkungan dari Belanda dan

Indonesia, para pengambil keputusan dari berbagai instansi nasional di Indonesia, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta kalangan umum.

Diskusi ini selanjutnya menghasilkan kesepahaman yang termuat dalam: “The Next Step: Bringing Indonesian and Dutch ideas together on Jakarta floods, spatial plans, inclusiveness and climate ”, yang berisi beberapa peluang kerja sama bilateral dalam rangka penanganan banjir dan diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan untuk mengembangkan serta melanjutkan hubungan kedua negara yang terjalin dengan baik dalam bidang tata kelola air.

Table Top Discussion diselenggrakan atas kerjasama antara peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (SESPARLU) ke-69 dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Indonesian Diaspora Network the Netherlands (IDN-NL) Taskforce Liveable Cities (IDN-LC), TYK research and action Consulting, Copernicus Institute of Sustainable Development Utrecht University, Radboud University, Universitas Katolik Parahyangan, dan Institut Pertanian Bogor.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team