Trending News

Mendagri Terbitkan Aturan Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Dutanusa.com. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri  (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada SaatNatal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022. “Instruksimenteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022,” ditegaskandalam aturan yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada tanggal 22 November dan dapat diaksespada laman resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Sehubungan dengan pelaksanaan Hari Raya Natal pada tanggal 25 Desember 2021 dan Libur Tahun Baru tanggal1 Januari 2022 di masa pandemi, berikut instruksi yang diberikan Tito kepada gubernur dan bupati/wali kota yang tertuang pada Inmendagri 62/2021:

Kesatu, Selama periode Natal Tahun 2021 dan TahunBaru Tahun 2022 (Nataru) pada tanggal 24 Desember2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022: a. mengaktifkan kembali fungsi Satuan Tugas PenangananCOVID-19 di masing-masing lingkungan, baik pada tingkatprovinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desaserta Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) paling lama pada tanggal 20 Desember 2021; b. menerapkanprotokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat denganpendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakaisabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangimobilitas, dan menghindari kerumunan) dan 3T (testing, tracing, treatment); c. melakukan percepatan pencapaiantarget vaksinasi, terutama vaksinasi lansia, sampai akhirDesember 2021; d. melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangkukepentingan lainnya di antaranya tokoh agama, tokohmasyarakat, organisasi kemasyarakatanpengelola hotel, pengelola tempat wisata, pengelola mal, dan pelakuusaha serta pihak lain yang dianggap perlu sesuai dengankarakteristik masing-masing daerah dalam rangkapencegahan dan penegakan disiplin sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan; e. melakukan: 1. sosialisasi peniadaan mudik Nataru kepada wargamasyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya dan apabila terdapat pelanggaran makadilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan; 2. imbauan bagimasyarakat untuk tidak bepergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer/tidak penting/tidakmendesak; dan 3. pengetatan arus pelaku perjalananmasuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru, f. melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokolkesehatan di tiga tempat, yaitu gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah pada saat perayaanNatal Tahun 2021, tempat perbelanjaan, dan tempatwisata lokal, dengan memberlakukan kebijakan sesuaipada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, g. melakukan: 1. pelarangan cuti bagiAparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan karyawan swasta selamaperiode libur Nataru; 2. imbauan kepada pekerja/buruhuntuk menunda pengambilan cuti setelah periode liburNataru; dan 3. ketentuan lebih lanjut hal sebagaimanadimaksud pada angka 1 dan angka 2 selama periode liburNataru akan diatur lebih lanjut oleh kementerian/lembaga(K/L) teknis terkait, h. melakukan imbauan pada sekolah: 1. pembagian rapor semester 1 pada bulan Januari 2022; dan 2. tidak meliburkan secara khusus pada periode liburNataru, i. melakukan pemberlakukan PPKM Level 3 pada acara pernikahan dan acara sejenisnya; j. meniadakankegiatan seni budaya dan olahraga pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022; k. menutup semua alun-alun pada tanggal 31 Desember2021 sampai dengan 1 Januari 2022; l. melakukanrekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarakantarpedagang dan pembeli; m. jika masyarakat karenasuatu hal yang primer harus melakukan perjalanan keluardaerah, maka: 1. mengoptimalkan penggunaan aplikasiPeduliLindungi; 2. melakukan tes PCR atau rapid test dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasiyang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikanpelaku perjalanan negatif COVID-19; dan 3. dalam halditemukan pelaku perjalanan sebagaimana dimaksudpada angka 2 yang positif COVID-19, maka melakukankarantina mandiri atau karantina pada tempat yang telahdisiapkan pemerintah untuk mencegah adanya penularandengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan, n. instansi pelaksana bidang perhubungan dan Satuan PolisiPamong Praja (Satpol PP) melakukan penguatan, pengendalian, pengawasan terhadap pelaku perjalananpada Posko Check Point di daerah masing-masing bersama dengan TNI dan Polri selama periode liburNataru; o. seluruh Satpol PP, Satlinmas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sertapemadam kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaandan keterlibatan aktif: 1. dalam mencegah dan mengatasiaktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat; 2. dalam mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpul/kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusatperbelanjaan dan restoran), tempat wisata, dan fasilitasibadah, selama periode libur Nataru; serta 3. melakukanantisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensiterjadinya bencana alam (banjir, gempa, tanah longsor, dan gunung meletus) pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022.

Kedua, Khusus dalam pelaksanaan ibadah dan peringatanHari Raya Natal 2021: a. Gereja membentuk SatuanTugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah. b. pada pelaksanaan ibadah dan perayaanNatal: 1. hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankanpersekutuan di tengah-tengah keluarga; 2. diselenggarakan secara hybrid, yaitu secaraberjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengantata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja; dan 3. jumlah umat yang dapatmengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secaraberjamaah/kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitastotal gereja, c. pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, pengurus dan pengelola gerejaberkewajiban untuk: 1. menyiapkan petugas untukmelakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatandi area gereja; 2. melakukan pembersihan dan disinfeksisecara berkala di area gereja; 3. menggunakan aplikasiPeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar(exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk; 4. mengatur arusmobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintukeluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan; 5. menyediakan fasilitascuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintukeluar gereja; 6. menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja; 7. menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tandakhusus di lantai/kursi, minimal jarak satu meter; dan 8. melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/penggunagereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untukmemudahkan pembatasan jaga jarak.

Ketiga, Khusus untuk pelaksanaan perayaan Tahun Baru2022 dan tempat perbelanjaan/mal: a. Perayaan TahunBaru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpulbersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkunganmasing- masing yang tidak berpotensi menimbulkankerumunan, sambil melakukan antisipasi menyiapkan diridan lingkungan dalam menghadapi potensi bencanahidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuaidengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG); b. melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensimenimbulkan kerumunan; c. menggunakan aplikasiPeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar(exit) dari mal/pusat perbelanjaan serta hanya pengunjungdengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankanmasuk; d. meniadakan event perayaan Nataru di pusatperbelanjaan dan mal, kecuali pameran UMKM; e. melakukan perpanjangan jam operasional pusatperbelanjaan dan mal yang semula 10.00 – 21.00 waktusetempat menjadi 09.00 – 22.00 waktu setempat untukmencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukanpembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total pusat perbelanjaan dan mal serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat; f. bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitasmaksimal 50 persen dengan penerapan protokolkesehatan yang lebih ketat; dan g. kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mal dapat dilakukandengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persendengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Keempat, Khusus untuk pengaturan tempat wisata: a. meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM Level 3 khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasipariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain; b. mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaranliburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokolkesehatan yang baik; c. menerapkan pengaturan ganjilgenap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempatwisata prioritas; d. tetap menerapkan protokol kesehatanyang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakaimasker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindarikerumunan); e. menggunakan aplikasi PeduliLindungipada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempatwisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuningdan hijau yang diperkenankan masuk; f. memastikan tidakada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak; g. membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 persen dari kapasitas total; h. melarang pesta perayaandengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup; i. mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif; dan j. membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baikkeagamaan maupun non-keagamaan yang biasadilakukan sebelum pandemi COVID-19. “Hal-hal yang belum diatur dalam Instruksi Menteri ini yang terkaitdengan Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri tentangPemberlakuan Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat di Wilayah Jawa dan Bali, dan Instruksi Menteri DalamNegeri tentang Pemberlakuan Pembatasan KegiatanMasyarakat di Wilayah Sumatra, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” tandasMendagri menutup instruksinya. (Setkab)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team