Trending News

International Forum for Spice Route 2021

Oleh: Sidi Rana Menggala
Scientific Explorer of Cinnamon, founder- Spice Land Indonesia
Belgia

International Forum on Spice Route (IFSR) yang diselenggarakan tanggal 20-23 September 2021 merupakan acara tahunan yang memperluas peluang dialog lintas batas dan lintas budaya dalam meninjau kembali jejak pertukaran antar budaya berdasarkan Jalur Rempah sebagai salah satu warisan bersama dunia (baik alam maupun budaya).

Forum daring yang dihadiri oleh sekitar 350 orang dari Indonesia dan negara-negara Eropa ini diselenggarakan oleh Yayasan Negeri Rempah, yang bermarkas di Jakarta.

Perhelatan akbar tahunan ini turut dihadiri oleh lintas pemangku kepentingan, dari akademisi, pengusaha, pemerintah pusat-daerah hingga para antusias rempah-rempah di Indonesia.

Tahun 2021, penyelenggaraannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana biasanya dilakukan secara tatap muka di lokasi yang memiliki nilai sejarah untuk bangsa Indonesia.

Pada tahun ini kegiatan tatap muka digantikan dengan pertemuan secara daring (online) tanpa mengurangi jumlah partisipan yang turut bergabung selama 4 (empat) hari pelaksanaannya.

Selama 4 (empat) hari pemaparan dan presentasi yang menarik dari ‘Identity-Equality-Globalization’ hingga penutup di hari keempat mengenai ‘the dynamics of Austronesian social mobility’ yang menjadi refleksi sejarah rempah-rempah Indonesia yang posisi strategis karena menghubungkan Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah sampai Eropa. Asia Tenggara mempunyai sumber komoditas yang paling dicari dan paling berharga.

Para pemateri dan pembahas dalam pertemuan daring ini juga secara intelektual mengupas dari sisi ilmiah dan kebermanfaatan sosial rempah-rempah sebagai pembentukan peradaban dunia.

Salah satu topik pembahasan yang saya terkesan adalah mengenai sejarah rempah pala dari Maluku yang disampaikan oleh sdr. Maulana Ibrahim PhD, dimana pada sesi ini saya berperan sebagai moderator dalam tema ‘spice route revisited: remapping social cultural networks’.

Pembahasan mengenai sisi kesejarahan pala hinga menjadi sebuah komoditas primadona dunia yang sangat terikat nilai-nilai kultural bagi warga Ternate.

Pembahasan ini refleksi terhadap situasi Indonesia, negara kepulauan terluas di dunia. Jauh sebelum abad masehi pada jaman romawi, Indonesia, sudah dikenal di seantero dunia walau tidak semua suku bangsa yang langsung datang untuk berniaga.

Namun produk rempah Indonesia diperdagangkan di Jalur Sutera hingga jalur Dupa Romawi atau Hindustan hingga Afrika Timur Ethiopia sekitar abad 5 SM hingga abad 11 Masehi yang dikenal dengan kekuasaan Laut Merah.

Indonesia sendiri memiliki 3 fase sejarah kebangsaan yang diawali dengan fase Hindu, Budha dan Islam hingga Kolonial pada fase Hindu dikenal dengan Kerajaan Majapahit sedang Budha dengan Sriwijaya dan fase Kesultanan Islam.

Tema selanjutnya bagi penulis yang sangat menarik adalah pembahasan yang disampaikan oleh Prof. James Fox dari ANU University yang mengatakan bahwa komoditas kayu manis menjadi media perantara pembentukan peradaban di negara Madagaskar.

Berdasarkan naskah ilmiah kuno, menyebutkan bahwa kayumanis merupakan salah satu rempah tertua di dunia, orang Mesir telah menggunakan kayu manis sejak 2.000 SM, selain digunakan sebagai bumbu, kayu manis juga digunakan sebagai bahan pewangi selama proses pembalseman jenazah yang akan dimumikan.

Bahkan kayu manis disebutkan dalam kitab Perjanjian Lama sebagai salah satu bahan dalam minyak urapan. Oleh sebab itu, kayumanis menjadi rempah yang harganya bisa lebih mahal daripada emas.

Di zaman Kaisar Nero dari Roma, stok kayu manis kekaisaran selama setahun habis dibakar hanya untuk menghormati jenasah istri sang kaisar.

Pada pengobatan tradisional bangsa Cina, kayumanis digunakan sebagai obat untuk berbagai keluhan, mulai mual hingga masuk angin. Manfaat kesehatan kayumanis dikenal bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Hal ini sangat baik untuk penderita diabetes. Hal ini disampaikan oleh penulis dalam segmen kedua dalam ‘connecting the diaspora’. Kayu manis juga berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan kinerja syaraf, mencegah obesitas, mencegah kanker, dan mencegah radang.

Kayu manis telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun. Berdasarkan catatan sejarah, pedagang Arab juga membawa kayu manis ke Eropa yang ternyata masyarakat Eropa juga begitu meggemarinya.

Legenda menyatakan bahwa kaisar Romawi Nero membakar banyak rempah-rempah berharga ini yang bisa ia temukan pada pembakaran mayat istri keduanya Poppaea Sabina pada tahun 65 M untuk menebus perannya dalam kematiannya.

Sesuai dengan bidang pemakaran dan keahlian penulis dalam segmen yang diangkat oleh Prof. James Fox memperkuat argumen ilmiah, bahwa sejak ribuan tahun lalu hingga 2021 kayu manis Indonesia, permintaan pasar dunia untuk komoditas kayu manis Indonesia terus menunjukkan ketertarikan yang signifikan oleh pasar global.

Tanaman rempah yang satu ini memang dikenal punya banyak kegunaan, mulai bahan memasak hingga pengobatan yang terbukti secara ilmiah dan dunia medis.

Tetapi ini tidak hanya untuk kayu manis saja, tetapi juga 7 tanaman rempah-rempah unggulan dari Indonesia, seperti; pala, cengkeh, lada, vanili, andaliman, dan kapulaga.

Faktor-faktor apa saja yang menjadikan rempah-rempah Indonesia memiliki citra rasa ekslusif?

Faktor utama adalah dari nutrisi yang berasal dari hara vulkanik yang tinggi. Kedua, agroklimat yang sesuai di suhu tropis antara 22 – 28 °C dengan dua musim (panas dan hujan). Faktor ketiga adalah metode budidaya holtikultura yang non-pestisida dan 100 persen organik.

Faktor yang paling utama adalah doa dan harapan dari petani rempah Indonesia untuk memberikan komoditas rempah terbaik di dunia untuk menunjang pendapatan kesehariannya.

Indonesia, sesuai disampaikan dalam kata pembukaan IFSR 2021, merupakan salah satu negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia dengan kualitas terbaik disertai dengan nilai sejarah dan historis yang terukir dalam prasasti dan naskah-naskah kuno. Rempah pembentuk peradaban, rempah hadir di Indonesia hingga akhir jaman.

Disini peran kita untuk melestarikan dan memelihara aset tanaman ini dan meneruskan ke generasi mendatang. *

Informasi lebih lanjut bisa hubungi langsung ke email berikut:
sidimenggala@spicelandindonesia.com

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team