Trending News

Inilah Utusan Ethiopia di Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 1955

Sambutan kedatangan Yilma Deressa
sebagai Ketua Delegasi Ethiopia di KAA pada April 1955.
(Sumber: Dok. Museum KAA)

Oleh: Desmond S. Andrian dan Samuel A. Hutapea
(Bandung)

Selasa, 21 September. Hari ini 114 tahun silam Yilma Deressa lahir. Ia lahir di West Wellega, salah satu kawasan di provinsi Oromia, Ethiopia. Yilma dibesarkan di lingkar keluarga birokrat. Ia mengenyam pendidikan di London School of Economics Inggris. Yilma telah menduduki beberapa posisi penting di pemerintahan Ethiopia, antara lain Menteri Keuangan Ethiopia, Menteri Luar Negeri Ethiopia, Duta Besar Ethiopia untuk Amerika Serikat, dan anggota Senat Ethiopia.

Yilma juga merupakan satu di antara Ketua Delegasi yang tiba di Bandung menjelang Sidang Pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955. Mendampingi Yilma, hadir pula Blatta Dawit Ogbazzy, Gabre Heywoit Zwade, Endalkachew Makonnen, Mikael Imru, dan Ketema Yifru. Mereka adalah perwakilan delegasi Ethiopia pada konferensi antarbenua pertama dari bangsa-bangsa kulit berwarna di sepanjang sejarah umat manusia itu.

Seperti yang kita ketahui bersama, KAA diselenggarakan sebagai bentuk kerjasama bangsa di Asia dan Afrika dalam mengupayakan terciptanya perdamaian dunia di masa Perang Dingin. Tak dapat dipungkiri, Perang Dingin memberikan tekanan terhadap eksistensi negara-negara berkembang.

Terdapat enam negara dari benua Afrika yang diundang Indonesia selaku tuan rumah KAA. Ethiopia menjadi satu di antara lima negara lainnya, yakni Liberia, Gold Coast (sekarang Ghana), Libya, Mesir, dan Sudan.

KAA dibuka pada tanggal 18 April 1955. Saat itu, para Ketua-ketua Delegasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya. Roeslan Abdulgani, dalam The Bandung Connection, menrangkum intisari pidato-pidato itu. Semua Ketua Delegasi menekankan perlunya sikap dan pendirian yang bebas terhadap ‘powerpolitics’ negara-negara besar, utamanya mereka yang terlibat dalam Perang Dingin.

Hal senada juga disampaikan oleh dengan Yilma Deressa. Ia memandang KAA disatukan oleh cita-cita luhur akan tercapainya kemerdekaan dan kesetaraan bagi semua. Ia menambahkan agar perbedaan latar belakang negara tidak menyurutkan semangat solidaritas bangsa Asia-Afrika untuk mengakhiri kolonialisme.

“In substance, an ideal unites us all : the ideal of liberty and equality for all. …. ; and yet, all these states notwithstanding their difference of race, religion, language, culture, and governmental organization, constantly press for the ending of colonialism throughout the world,” pungkasnya.

Adapun agenda KAA berikutnya adalah sidang pleno tertutup. Dibentuk tiga komite, yakni Komite Politik, Komite Ekonomi, dan Komite Kebudayaan. Diakui oleh Roeslan Abdulgani, Komite Politik menjadi komite yang paling sulit diselesaikan. Begitu intens perbedaan pendapat yang ada di antara peserta komite yang notabene berisikan para Ketua Delegasi itu.

Pembahasan paling alot terjadi saat komite membahas prinsip hidup berdampingan secara damai atau ‘peaceful-coexistence’. India, Birma, Indonesia, Mesir, dan RRC adalah negara yang mendukung prinsip peaceful-coexistence dan menolak eksistensi blok militer. Sementara Irak, Turki, Pakistan, Filipina, dan Thailand pro blok militer dan skeptis terhadap prinsip peaceful-coexistence. Yilma Deressa pun turut aktif menyumbangkan gagasannya soal prinsip. Prinsip ini yang kelak tertuang dalam Dasasila Bandung dan berdampak luas pada tata kelola dunia pasca KAA.

Tak diragukan lagi, Yilma Deressa adalah sosok negarawan Ethiopia yang disegani dunia. Sumbangsih pemikirannya di KAA turut merajut solidaritas bangsa di Asia dan Afrika untuk menciptakan perdamaian bersama.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

1 Comment

  1. Gatot Susanto

    Sungguh menambah ilmu pengetahuan. Saling membaca artikel ya. Kunjungi website saya juga dutaindonesia.com

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team