Trending News

Mendampingi Duta Besar RI berkunjung ke Provinsi Misiones, Argentina

 

 

 

 

 

Oleh Arya Daru Pangayunan (Bagian 1)
Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi Sosial dan Budaya KBRI Buenos Aires

 

Hari Minggu pagi tanggal 5 September 2021, ketika hari masih gelap, saya sudah standby di Wisma Duta Buenos Aires, karena saya ditugaskan untuk mendampingi Ibu Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Uruguay dan Paraguay, Niniek Kun Naryatie, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Misiones, Argentina. Kota Posadas, Ibu Kota Misiones menjadi tujuan pertama perjalanan kami yang berjarak hampir seribu kilometer dari Kota Buenos Aires yang memakan waktu lebih dari 10 jam perjalanan. Selain Ibu Duta Besar dan saya, ada 3 orang lagi dari KBRI yang turut dalam perjalanan hari itu: Pak Rudi yang bertugas sebagai penerjemah; Mas Aris sebagai pengemudi kendaraan Duta Besar; dan Pak Juan pengemudi van KBRI.

Beberapa tujuan dari kunjungan kerja ini antara lain adalah untuk bertemu dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Misiones, dimana terdapat mandat bagi kami untuk melindungi WNI di wilayah akreditasi KBRI Buenos Aires, yang meliputi negara Argentina, Uruguay, dan Paraguay.

Semua WNI yang berada di Misiones merupakan misionaris dengan panggilan akrab “Padre” dan “Hermana”, dimana sebagian besar dari mereka sudah tinggal lama disana dan membawa kontribusi yang positif bagi masyarakat dimana mereka bertugas.

 

Penyambutan Ibu Duta Besar Niniek Kun Naryatie
di Sekolah Republica de Indonesia di Puerto Esperanza

 

Salah satu contoh WNI yang berkiprah disana adalah Padre Amans Laka asal Nusa Tenggara Timur, dimana ia berjasa dalam memajukan masyarakat di Kota Puerto Esperanza, yang berjarak 250 kilometer ke arah utara dari Posadas, atau sekitar 1200 kilometer dari Buenos Aires. Di Puerto Esperanza, Padre Amans Laka membantu membangun Escuela Provincial Nº 656 dan atas dedikasinya, oleh Pemerintah Puerto Esperanza, nama “Republica de Indonesia” disematkan pada sekolah tersebut. Luar biasa bukan? Terdapat sekolah dasar yang bernama Republica de Indonesia di Argentina! Padre Amans Laka juga membantu mendirikan Escuela Familia Agricola (EFA) Santo Arnoldus Janssen, sebuah sekolah pertanian yang letaknya tidak jauh dari sekolah Republica de Indonesia. Selain itu, meski saat ini Padre Amans Laka sudah tidak lagi berada di Argentina, atas jasanya, nama Amans Laka dijadikan sebagai nama salah satu jalan di Puerto Esperanza. Kedua sekolah ini, serta Jalan Amans Laka, juga menjadi tujuan kunjungan Ibu Duta Besar selama berada di Misiones.

Selain itu, kunjungan Ibu Duta Besar dimanfaatkan untuk bertemu dengan Gubernur Misiones guna menjajaki potensi kerja sama antara Provinsi Misiones dengan provinsi-provinsi di Indonesia; serta bertemu dengan para pengusaha di Misiones untuk mempromosikan Indonesia – Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum 2021 yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 14-15 Oktober 2021.

Kami berangkat ke Misiones dengan 2 kendaraan, yaitu kendaraan Duta Besar, sebuah BMW 750Li dan van KBRI, Mercedes Benz Vito untuk membawa barang berupa 2 set angklung yang akan disumbangkan ke sekolah Republica de Indonesia di Puerto Esperanza, serta paket bantuan COVID-19 untuk para WNI. Saya bersama Ibu Duta Besar dan Mas Aris berada di kendaraan Duta Besar, sementara Pak Rudi dan Pak Juan menggunakan van KBRI. Kami berangkat tepat pukul 7 pagi ketika matahari baru mulai muncul.

Kami bergerak ke arah utara dari Buenos Aires, melalui Provinsi Entre Rios dan Corrientes. Hari itu jalanan cukup lengang sehingga kami dapat melaju beriringan secara konstan dengan kecepatan rata-rata 120 kilometer per jam. Pemandangan kanan dan kiri didominasi oleh padang rumput, semak belukar, dan terkadang hutan. Setelah lebih dari 6 jam perjalanan, kami berhenti untuk santap siang di sebuah restoran parilla atau grill di pinggir jalan bernama Parada Pucheta, Corrientes, yang menyajikan daging panggang ala Argentina. Sebagian besar restoran di pinggir jalan merupakan restoran parilla. Seusai santap siang, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini saya menggantikan Mas Aris mengemudi kendaraan Duta Besar agar Mas Aris tidak terlalu lelah. Ini pertama kalinya saya mengemudi jarak jauh di Argentina. Harus dipastikan surat ijin mengemudi beserta surat-surat kendaraan lengkap karena sering ada pemeriksaan ketika melewati perbatasan tiap-tiap provinsi.

Kami tiba di Posadas tepat pukul 19.00 sehingga total waktu perjalanan adalah 12 jam, termasuk makan siang. Bayangan saya mengenai Posadas selama ini ternyata salah. Saya sebelumnya membayangkan Posadas sebagai kota kecil, namun saya salah. Rupanya Posadas adalah kota yang cukup besar dengan gedung-gedung tinggi yang megah yang berbatasan langsung dengan Kota Encarnación, Paraguay. Ibu Duta Besar, Mas Aris, dan saya menginap di Hotel Urbano, sementara Pak Rudi dan Pak Juan menginap di Hotel Grand Crucero yang jaraknya tidak jauh satu sama lain. Setibanya di hotel, kamipun langsung beristirahat.

Esok hari, setelah sarapan, kami berangkat menuju Puerto Esperanza. Perjalanan dari Posadas ke Puerto Esperanza memakan waktu 3 jam dengan dikawal oleh polisi setempat. Kami langsung menuju Escuela Provincial Nº 656 “Republica de Indonesia” dimana kami disambut oleh Walikota Puerto Esperanza, Alfredo Gruber dan Kepala Sekolah Indonesia, Gladys Griselda Riquelme. Terdapat 50 murid di sekolah tersebut dan sebagian dari mereka menyambut kehadiran Duta Besar dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Argentina.

Setelah acara penyambutan, dilakukan penyerahan angklung kepada Sekolah Indonesia, dilanjutkan dengan workshop singkat permainan angklung. Para guru dan murid Sekolah Indonesia, bahkan Walikota Puerto Esperanza terlihat antusias dalam mengikuti workshop. Pak Rudi selain menjadi penerjemah, juga bertugas sebagai pelatih angklung, memainkan lagu “Despacito” yang membuat semua terkagum, karena tidak menyangka alat musik tradisional Indonesia dari bambu dapat memainkan lagu yang mereka kenal.

Rupanya, Escuela Provincial Nº 656 “Republica de Indonesia” juga memiliki sekolah satelit yang jaraknya tidak jauh dari sekolah utama. Kamipun mengunjunginya. Disana ada seorang murid kelas 1 yang menjelaskan mengenai Pancasila didepan Ibu Duta Besar yang membuat kagum Ibu Duta Besar.

Setelah kunjungan ke sekolah satelit, kami dijamu makan siang oleh Walikota Puerto Esperanza di sebuah resort bernama La Chacrita. Seusai makan siang, kami menuju Jalan Amans Laka. Ibu Duta Besar dengan semangat turun dari mobil untuk foto dibawah papan nama Jalan Amans Laka. Foto-fotopun langsung kami kirimkan ke Padre Amans Laka yang sedang berada di Kuba, agar beliau mengetahui bahwa kami sedang mengunjungi daerah yang dulu dibangunnya.

Tujuan kunjungan terakhir di Puerto Esperanza sebelum kembali ke Posadas adalah ke EFA Santo Arnoldus Janssen yang juga merupakan sekolah yang dibangun oleh Padre Amans Laka. Di sekolah tersebut, Ibu Duta Besar diberikan tur sekolah oleh Kepala Sekolah EFA Santo Arnoldus Janssen, Eugene Liebrenz.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team