Trending News

Kerja Sama Kemlu dan Universitas Tanjungpura, Berikan Perhatian Lebih Terhadap Isu Perbatasan

Jakarta, Dutanusa.com. Kementerian Luar Negeri dan Universitas Tanjungpura secara resmi telah membentuk Pusat Studi Perbatasan Asia Tenggara (PSPAT Untan) melalui pertukaran secara simbolis Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua instansi (06/09/2021). Hal ini dilakukan secara back-to-back dengan Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) ​yang mengusung tema “Prospek dan Permasalahan Pembangunan Pos Lintas Batas N​egara (PLBN) Di Kawasan Perbatasan RI”.

Penukaran naskah PKS dilaksanakan oleh Staf Ahli Menlu RI Bidang Hubungan Antarlembaga, Duta Besar Muhsin Syihab dan Rektor Untan Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H.,FM.Si., FCBArb. Muhsin Syihab menyampaikan pentingnya ownership para stakeholders dalam “menggarap potensi perbatasan maupun permasalahan yang dihadapi di wilayah perbatasan” sekaligus “mendorong framework penguatan konektivitas di kawasan”. Menyambut hal tersebut, Prof. Dr. Garuda yang menekanan “dukungan Kementerian Luar Negeri sangat dibutuhkan” untuk mendukug PSPAT Untan menjadi institusi akademik yang melakukan kajian kritis dan objektif guna memperkuat peran ASEAN dalam pengelolaan perbatasan.

Sesi FKKLN dimoderatori Ketua PSPAT Untan, Dr. Elyta, S.Sos., M.Si., diperkaya oleh masukan dari narasumber dari berbagai aspek antara lain Ketua/Koordinator Kajian “Prospek dan Permasalahan Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)”, Ida Humaidah; Koordinator Batas Darat dan Kerja Sama Lintas Batas, Direktorat HPK, Kemenlu, Umbara Setiawan; Deputi Bidang Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Dr. Robert Simbolon, MPA; Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor, Kementerian Perdagangan, Bapak Ir. Marthin, M.A.; Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Alexander Rombongan, MMA; Paban VI/SURTA SOPS Mabes TNI, Drs. Ibnu Fatah, M.Sc dan Akademisi Untan, Dr. Fariastuti. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 500 peserta dari berbagai belahan Nusantara yang mewakili berbagai lini dan sektor terkait topik. Kapus Aspasaf, Muhammad Takdir menyampaikan kesimpulan pertemuan diawali dengan apresiasi terhadap para narasumber dan peserta yang telah memperkaya pembahasan isu perbatasan dengan satu konsep yang sinergis dan sinkron dalam melihat makna perbatasan bagi kepentingan riil Indonesia.

Sesi FKKLN kali ini mengangkat beberapa hal penting antara lain i) perlunya menjaga keseimbangan antara kepentingan primer dan sekunder perbatasan; ii) peran dunia akademisi c.q. PSPAT Untan sebagai penghubung dalam penyusunan kebijakan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah; serta, iii) wilayah perbatasan penting untuk digarap potensinya dalam konteks regional, di mana pengembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari keterlibatan negara berbatasan. (Kemenlu)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team