Trending News

Pindah Tugas di Masa Pandemi, Perjalanan dari Dili ke Yogyakarta (Bag. 2)

Oleh Arya Daru Pangayunan
Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Buenos Aires, Argentina.

Siang harinya, kami berangkat menuju Bandara El Tari Kupang menggunakan mobil hotel. Sesampainya di bandara, sebelum menuju counter check in, hasil PCR kami diperiksa oleh petugas kesehatan sebelum dipersilakan melakukan check in. Di counter check in Garuda Indonesia, hasil PCR kami kembali diperiksa sebelum kami dapat memperoleh boarding pass. Setelah memperoleh boarding pass, kami diingatkan untuk mengisi data pada aplikasi e-HAC di telepon genggam kami. Aplikasi ini merupakan bentuk Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang telah terdigitalisasi sehingga ketika tiba di tujuan, akan mudah bagi petugas kesehatan untuk memperoleh data penumpang, hanya dengan melakukan scan QR code.

Memasuki Wilayah Indonesia dari Timor-Leste, PLBN Mota’ain

Kami sedikit tidak beruntung, karena alasan cuaca pesawat kami menuju Bali mengalami penundaan hingga 5 jam, dari yang seharusnya berangkat pukul 13.35 baru diberangkatkan pukul 18.30. Akibat keterlambatan tersebut, kami memperoleh kompensasi berupa snack, air minum, dan uang tunai sebesar Rp 300.000 per boarding pass. Perjalanan menuju Bali yang seharusnya santai menjadi cukup melelahkan karena keterlambatan ini. Servis di dalam pesawat (kelas ekonomi) tidak ada bedanya dibandingkan dengan masa-masa sebelum pandemi. Pesawatpun dalam kondisi yang cukup kosong dengan tidak lebih dari 30 penumpang.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, sebelum mengambil bagasi, petugas kesehatan meminta kami menunjukkan QR code pada aplikasi e-HAC. Karena data sudah kami isi sebelumnya, prosesnya menjadi sangat cepat. Setelah mengambil bagasi, kami langsung menuju Novotel Bandara Ngurah Rai untuk beristirahat. Di Novotel Bandara inilah saya merasakan dampak pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, banyak sekali flight crew maskapai asing yang singgah dan berlalu-lalang di hotel ini. Namun, ketika kami akan check in, suasana sangat sepi, banyak lampu yang dimatikan, dan hanya 50% kamar yang difungsikan dengan tingkat okupansi yang sangat rendah. Beruntung kami masih dapat memesan room service untuk makan malam kami. Yang cukup menyedihkan adalah ketika sarapan, dimana hotel sudah tidak lagi menyediakan prasmanan all you can eat dan kami hanya diberikan pilihan set menuIndonesian atau Western breakfast. Suasana restoran saat sarapan sangat sepi. Hanya keluarga kami yang sarapan saat itu, tidak ada orang lain.

Selesai sarapan, kami meninggalkan hotel untuk kemudian check in untuk penerbangan kami ke Yogyakarta. Di Bandara Ngurah Rai, pemeriksaan kesehatan tidak seketat di Bandara El Tari. Hanya petugas di counter check in Garuda yang menanyakan hasil PCR atau rapid test. Kami telah melakukan upgrade ke kelas bisnis sehingga proses check in dilakukan di counter khusus dimana kami tidak harus mengantriKami juga memperoleh privilege untuk menunggu di Garuda Lounge, namun kami cukup terkejut mengetahui kondisi lounge yang sangat penuh, tanpa ada social distancing sehingga kami kurang nyaman berada di lounge tersebut. Beruntung keberangkatan kali ini on-time. Perbedaan pelayanan sebelum pandemi dan di saat pandemi baru dirasakan ketika sudah duduk di kursi kelas bisnis di pesawat. Di masa pandemi ini, kita sudah tidak lagi memperoleh welcome drink dan towel service. Makanan yang disajikanpun sudah terkemas layaknya kelas ekonomi, tidak lagi diberikan alas linen dan hot food service. Namun kami bisa request minuman kotak kemasan.

Setibanya di Yogyakarta International Airport (YIA), sebelum mengambil bagasi, petugas kesehatan di YIA meminta kami menunjukkan QR code pada aplikasi e-HAC. Sesampainya dirumah, untuk berjaga-jaga memastikan tidak ada yang terpapar virus pasca perjalanan yang panjang, kami melakukan karantina mandiri selama 2 minggu.

Demikian perjalanan kami. Baru kami rasakan bepergian di masa pandemi ini cukup melelahkan dan kami berharap pandemi ini dapat segera berakhir. (Selesai)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team