Trending News

Indonesia Semakin Membutuhkan Wirausaha Muda

Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pemuda wirausaha yang berorientasi global dengan fokus kemajuan nasional. Berbagai perkembangan penting terjadi begitu cepat di sekitar kita, yang semua itu tidak dapat kita hindari, apalagi diabaikan. ASEAN Economic Community, Trans Pacific Partnership (TPP), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Free Trade Agreement Uni Eropa membuka peluang besar, namun juga menjadi tantangan yang tidak ringan karena terjadi kerjasama sekaligus kompetisi yang perlu dicermati dengan baik oleh semua pelaku ekonomi.

Upaya meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha muda Indonesia merupkan kebutuhan yang mendesak bagi kelangsungan dan kemajuan pembangunan ekonomi Indonesia. Ada beberapa catatan penting yang perlu kita cermati di sekitar fakta, potensi, prospek dan peran wirausaha muda Indonesia kedepan.

Pertama, jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat rendah. Global Entrepreneurship Monitor (GEM) mencatat bahwa dari lebih 250 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 1.6 persen yang menjadi pelaku wirausaha. Sedangkan idealnya, untuk menjamin suatu negara berekonomi maju dengan serapan tenaga kerja yang baik dibutuhkan 2 persen. Bahkan Bank Dunia mematok angka 4 persen. Dengan demikian, Indonesia memerlukan sedikitnya 5.8 juta pengusaha baru untuk membawa Indonesia lebih baik dan kuat dalam persaingan ekonomi regional maupun global. Jumlah pengusaha Indonesia itu memang berada jauh dibawah negara-negara tetangga, seperti Singapura 7 persen, Malaysia 5 persen dan Thailand 3 persen. Amerika Serikat dan Jepang diatas 10 persen.

Rendahnya jumlah pelaku wirausaha Indonesia itu tidak semata disebabkan karena sangat besarnya minat menjadi karyawan sebagaimana tercermin dalam sebuah survey yang menunjukkan 83 persen mahasiswa Indonesia ingin bekerja sebagai karyawan dan hanya 4 persen yang ingin berwirausaha. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai hal lain, seperti kurangnya modal, minimnya pemahaman terhadap bidang usaha yang ditekuni, hambatan birokrasi dan kegagalan dalam pengelolaan administrasi keuangan.


Kedua, pada tingkat regional terlihat bahwa minat pemuda Indonesia untuk bergerak dibidang wirausaha cukup besar. Ini adalah potensi yang perlu digali lebih lanjut dan tak boleh diabaikan serta harus didorong. Di ASEAN, survey GEM menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Filipina dalam hal keinginan melakukan wirausaha, melebihi Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia. Minat itu didukung pula oleh perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi dan internet yang begitu pesat di Indonesia yang mempunyai pengaruh besar kepada akses, networking dan strategi pemasaran.
Meski jumlah wirausaha Indonesia secara keseluruhan masih rendah dari angka ideal, namun lonjakan peningkatannya cukup tajam yaitu dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen.

Ketiga, sumber daya manusia Indonesia yang berpotensi menjadi wirausaha cukup besar. Mereka tidak hanya sekedar pelaku wirausaha, melainkan wirausahawan yang mempunyai latar belakang pendidikan yang lebih dari cukup, terutama Sarjana. Tahun 2020, sebagaimana pernah diprediksi Organization for Economic Co-operation Development (OECD), Indonesia memiliki jumlah Sarjana terbanyak ke lima di dunia. Pentingnya pelaku wirausaha terdidik, antara lain dimaksudkan untuk melahirkan para wirausaha yang cerdas sebagaimana ditekankan Presiden Joko Widodo serta menghindari terulangnya kasalahan-kesalahan masa lalu yang mengakibatkan jumlah wirausaha Indonesia bertengger di bawah 2 persen.

Keempat, wirausaha akan menjadi pilihan lebih banyak anak muda kreatif Indonesia dimasa depan dengan berbagai alasan dan pertimbangan yang faktual, berwawasan kedepan dan tentu saja realistik. Ini tentunya setelah mereka melihat, antara lain, terbatasnya penyerapan tenaga kerja yang dipicu oleh ketidak seimbangan lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah lulusan perguruan tinggi, keleluasaan memilih suasana dan lingkungan kerja, kebebasan dalam mengembangkan potensi dan prestasi, meniadakan batas atas jumlah penghasilan yang diterima, perkembangan teknologi sebagai faktor pendukung dan terlebih lagi adalah keinginan menjadi pemimpin untuk diri sendiri dan orang lain yang dipekerjakan. Kita sadari, pada saat ini memang kita sedang dihadapi oleh tantangan pandemic Covid-19 yang mudah-mudahan berakhir segera.
Selain itu, peluang untuk berkreasi dan mengembangkan inovasi melalui wirausaha terbuka sangat luas, karena setiap orang bebas memilih dan berkarya secara maksimal. Bahkan wirausaha tidak saja dapat dilihat dari sisi aktifitas bisnis semata, juga motifasi ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Disinilah kita melihat esensi wirausaha sebagai “sociopreneurship” atau “sociotechnopreneurship” yang sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.


Kelima, menyadari pentingnya wirausaha bagi kemajuan ekonomi dan besarnya potensi yang dimiliki bangsa Indonesia, pemerintah memberikan perhatian dan dukungan besar terhadap lahirnya lebih banyak wirausaha baru di tanah air, terutama dikalangan anak muda. Untuk menciptakan wirausaha baru itu memang tidak mudah, apalagi Presiden Joko Widodo mengakui banyak hal yang perlu dibenahi di dalam negeri untuk meningkatkan ekonomi dan daya saing Indonesia. *

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Required fields are marked *

Related Posts

Gowork – Senayan City Lv. 15
Jl. Asia Afrika No. Lot. 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270,
Indonesia

Email : redaksi@dutanusa.com

Informasi

Newsletter

© 2021 All rights reserved​

Made by DutaNusa Team